Sate yang Ditunggu dan Dicari


satedannasi-small
Idhul Fitri tiba. Biasanya rumah kami dijadikan tempat berkumpulnya keluarga besar. Karena ada nenek kami yang dituakan dalam keluarga.
Sekitar 100an orang mulai dari nenek kami punya anak-anak, cucu, keponakan, adik-adik, segala cang, cing, semuanya tumplek blek datang untuk silaturahim.
Selain mempererat tali kasih sayang, juga ada yang dituju selain itu oleh keluarga besar, ialah Sate Manis Betawi kami yang sudah melekat lezatnya hingga merindukan siapa yang telah menyantapnya.
“Sate, sate.. mane nih sate manis nye..” atau “nah.. ni die nih sate, cumin ade disini” Begitulah beberapa komentar anggota keluarga yang siap menyerbu hidangan khas kami, Sate Manis Betawi ditemani dengan Laksa Betawi yang menyiram ketupat.
10 kilo daging sate bisa segera berpindah ke dalam perut dalam sekitar 1 jam aja.
Biasanya kami juga menyiapkan sayur asem sebagai “penyegar” setelah menyantap gurih nya Sate Manis Betawi dan Laksa.
Setelah acara selesai pun ada juga yang minta beberapa tusuk sate manis kami untuk dibawa pulang.
Alhamdulillah.. Sate nya lakuuu keras…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s